WP Tak Bisa Lagi Curang

MANGUPURA, Nusa Bali, 28 Desember 2013 – Tahun 2015 dipastikan sistem pajak online bisa diterapkan menyeluruh. Tahap Uji coba sudah dilakukan di sejumlah wajib pajak.

Penerapan pajak online yang digadang gadang Pemkab Badung kini mulai diuji cobakan. Sitem kerjanya pemerintah akan langsung memantau secara langsung seluruh transaksi yang dilakukan para WP. Jaringan ini juga terpantau lewat alat pemantau transaksi atau TAPPING BOX yang ada disalah  satu ruangan di kantor Dinas Pendapatan Daerah ( DISPENDA). Petugas dikantor Dispenda dapat dengan mudah memantau transaksi yang dilakukan WP per 10 menit.

Walapun demikian, Panglingsir Puri Agung Megwi, belum bisa diterapkan secara menyeluruh dalam waktu dekat ini. Sebab, selain karena payung hukum pajak online belum terbentuk, perkembangan akomodasi wisata di Badung bergerak sangat dinamis. Sehingga pemerintah harus betul – betul memperhitungkan kesiapan dan kesadaran WP untuk mendukung penerapan sistem pajak online.

Kadispenda Adi Arnawa menambahkan, pada tahap awal uji  coba baru 10 WP yang dipasangi 25 alat pemantau transaksi atau tapping box. Rencananya 2014 mendatang, dengan anggaran sekitar Rp 3 miliar lebih, Dispenda akan kembali memansang alat perekam transaksi di 200 WP. Pihaknya juga sangat optimis WP tidak bisa memanipulasi data transaksi. Sebab, ketika alat pemantau transaksi dipasang, pusat data di Dispenda akan meberikan tanda khusus. Ketika tanda itu muncul , petugas URC akan langsung mengecek ke WP bersangkutan.

Meski demikian, Adi Arnawa mengaku masih belum bisa menjatuhkan sanksi bagi WP yang mencoba memanipulasi data transaksi. Pasalnya, aturan pengenaan sanksi belum tersedia. Dan barupada tahun 2014, raperdanya akan disiapkan. “Yang jelas nanti akan ada sanksi. Bahkan sanksi terberatnya akan dilakukan pencabutan Izin Operasional”. Bagaimana bila aliran listrik tiba – tiba mati?” Kita Sudah antisipasi hal itu. Alat ini dilengkapi dengan memory yang tetap dapat merekam transaksi. Sehingga, saat listrik kembali menyala, secara otomatis pula data tetap tersimpan”, imbun Adi Arnawa