Setoran Pajak Sampai Awal Mei Baru Mencapai 27% dari Target

Harian Kontan, 14 Mei 2014

SUKABUMI. Memasuki bulan kelima tahun ini, Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan (Kemkeu) mulai meningkatkan kinerjanya. Hanya, realisasi penerimaan pajak masih jauh dari harapan. Tampaknya, butuh tenaga ekstra bila DJP ingin mencapai target penerimaan tahun ini Rp 1.110,19 triliun. Sebab, realisasi penerimaan pajak hingga 7 Mei 2014 baru Rp 307,5 triliun atau 27,70% dari target. “Target tahun ini memang cukup berat, tapi kami optimistis saja,”kata Kepala Subbagian Organisasi Sekretariat DJP Bora Darusalam, Senin (12/5).

Meskipun demikian, jika dibandingkan dengan pencapaian pada periode yang sama tahun lalu, ada peningkatan kinerja Ditjen pajak. Karena, secara nominal mengalami kenaikan 12,64% dibandingkan dengan periode sama 2013, yakni Rp 273 triliun. Peningkatan penerimaan dalam sepekan tersebut paling banyak berasal dari pajak penghasilan (PPh) non-minyak dan gas (migas). Realisasi PPh non-migas naik dari Rp 151,17 triliun menjadi Rp 166,48 triliun. Lalu, dari pajak pertambahan nilai (PPN) dan pajak penjualan barang mewah (PPnBM) juga naik signifikan, dari Rp 109,09 triliun menjadi Rp 119,45 triliun.

Sebenarnya, potensi pajak di Indonesia masih sangat besar, tapi selama ini belum banyak terserap. Kajian Badan Kebijakan Fiskal (BKF) menyatakan, selama ini realisasi penerimaan PPh hanya mencapai 70,8% dari potensi. Dari PPN, realisasinya hanya 80,6% dari potensi. Sebelumnya, Direktur Jenderal Pajak Fuad Rahmany mengakui data tersebut. Oleh karena itu, selama ini DJP gencar menyasar kerjasama dengan berbagai pihak seperti pemda dan KPK untuk mengoptimalkan penerimaan.

Cuma, target penerimaan pajak yang terus naik dari tahun ke tahun tanpa terobosan baru membuat pencapaian selalu meleset di akhir tahun.