Ikut Tax Amnesty, Bos Sriwijaya Air Bawa Pulang 99% Uang Perusahaan ke RI

Jakarta – Chief Executive Officer (CEO) Sriwijaya Air Group, Chandra Lie telah mengikuti tax amnesty dalam kapasitas sebagai wajib pajak (WP) pribadi, Senin (26/9/2016). Hari ini, Chandra kembali mendatangi kantor pajak mewakili Sriwijaya Air Group mengikuti tax amnesty.

Chandra datang menggunakan mobil Lexus bernomor polisi B 1 GT pada pukul 10.45 dan langsung menuju lantai 7 Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Madya Jakarta Pusat, Jakarta, Selasa (27/9/2016).

Proses pendaftaran rampung sekitar pukul 12.00 WIB. Chandra mengatakan, dirinya mewakili perusahaan melaporkan deklarasi dan repatriasi. 

Selama ini Sriwijaya Air Group memiliki aset berupa tabungan dan deposito yang digunakan untuk operasional perusahaan ada di luar negeri. Chandra mengungkapkan, kini Ia telah melaporkan 99% aset tersebut, dan hanya menyisakan 1% saja untuk keperluan administrasi di luar negeri.

”Semuanya dilaporkan, Sriwijaya Air Group 99% uang kita di luar negeri bisa memulangkan ke dalam negeri, 1% nya itu untuk administrasi di luar negeri. Seperti untuk penerbangan ke Cina, makanya kita bawa 99%,” tutur dia.

Ia berujar, dengan adanya tax amnesty membuat pembukuan perusahaan menjadi selaras dengan kewajiban perusahaan dalam hal perpajakan. Ia pun sangat puas akan pelayanan yang diberikan selama Ia melakukan pendaftaran tax amnesty.

”Luar bisa mempermudah pribadi dan perusahaan, pribadi ataupun perusahaan rugi kalau nggak ikut tax amnesty. Kalau badan itu perusahaan, selisih buku kantor saya diklopin dengan pajak, agar tidak ada perbedaan, dan uang yang di luar, tabungan perusahaan akan kita tarik kembali dan dikelola,” jelasnya.

Seperti diketahui, tax amnesty menjadi program pengampunan yang diberikan oleh Pemerintah kepada Wajib Pajak. Adapun yang dapat memanfaatkan kebijakan ini adalah WP orang pribadi, WP Badan, WP yang bergerak di bidang Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), dan Orang Pribadi atau Badan yang belum menjadi Wajib Pajak. (hns/hns)